Sistem Kerja Motor Injeksi

14:16 0 Comments

Teknologi kendaraan bermotor saat ini memang telah berkembang begitu pesat. Ada banyak sekali pelengkap inovasi teknologi terbaru disematkan ke dalam sepeda motor kini. Adapun teknologi terbaru sepeda motor tersebut salah satunya yaitu teknologi injeksi. Injeksi merupakan teknologi baru yang disematkan pada motor-motor di zaman sekarang. Injeksi adalah sebuah metode pencampuran udara dengan bahan bakar dalam kendaraan bermotor supaya menghasilkan pembakaran sempurna. Sistem injeksi memerlukan perangkat yang bernama injektor. Injektor inilah yang bertugas untuk menyuplai campuran udara dengan bahan bakar. Teknologi motor injeksi adalah teknologi penerus dari sistem karburator kendaraan bermotor.
Dalam kendaraan sendiri terdapat 2 sistem untuk mengatur bahan bakar. Nah dimana kedua bagian ini memiliki fungsi yang berbeda-beda, sedangkan untuk kelebihan dan kekurangan dari sistem injeksi ini pun berbeda-beda. Lalu apa saja kelebihan dari sistem injeksi…  simak penjelasan berikut ini..

Apa Saja Kelebihan Dari Motor Injeksi?

Motor Injeksi_1
Sesudah mengetahui bagaimana teknologi mengenai injeksi motor, kita akan membahas mengenai keunggulan dari sistem injeksi motor diantaranya:
  1. Konsumsi BBM Irit Dengan Injeksi
    Motor dengan sistem injeksi biasanya mempunyai sistem pembakaran lebih sempurna. Adapun pembakaran lebih sempurna biasanya berpengaruh pada konsumsi dari bahan bakar pada kendaraanmu. Disebabkan pembakarannya lebih sempurna, sehingga proses pembakaran menjadi semakin optimal. Sistem pembakaran yang optimal ini berpengaruh pula pada konsumsi dari bahan bakar untuk kendaraan kamu. Tak hanya itu, injektor sendiri umumnya mempunyai setting pemrograman sesuai standar pabrik. Pabrik sendiri umumnya menyetel ECM dalam kendaraan bermotor sampai mencapai konsumsi bahan bakar paling optimal untuk motor.
  2. Pembakaran Lebih Sempurna
    Melalui perbandingan AFR lebih baik serta pengontrolan perangkat elektronik, dengan begitu motor yang memakai teknologi injeksi pun memperoleh pembakaran lebih baik dibandingkan motor memakai sistem karburator. Sebab dengan perbandingan AFR yang diperoleh tadi sudah sesuai berdasarkan kebutuhan kendaraan bermotor. Selain itu bisa berubah saat terjadi perubahan temperatur udara sekitar sebab adanya sensor udara untuk menganalisa temperatur dan kondisi dari udara yang hendak dicampur bersama bahan bakar.
  3. Tak Harus Kerepotan Melakukan Penyetelan
    Jika sistem pembakaran memakai sistem karburator, biasanya akan sering terjadi perubahan pengaturan AFR pada karburator di kendaraan bermotor yang kamu miliki. Umumnya berubahnya pengaturan tersebut disebabkan adanya getaran yang diperoleh pada mesin dan juga kualitas karburator dimana kian semakin menurun. Hal tersebut terjadi dalam sistem pembakaran motor injeksi. Terjadinya pengolahan AFR dalam motor injeksi ini dikendalikan lalu diperintahkan sistem komputer Electronic Control Module. ECM atau Electronic Control Module sendiri telah mempunyai setelah serta konfigurasi yang benar-benar fix, di mana hanya bisa diubah jika Anda memakai software tertentu memakai komputer. Adapun hal tersebut bisa meminimalisir kerepotan menghadapi pengaturan konfigurasi pada karburator yang umumnya berubah-ubah.
  4. Mudah Saat Melakukan Servis
    Untuk motor yang masih memakai karburator, hal yang paling sering dilakukan saat servis yaitu membersihkan karburator. Selain itu, tentu kamu juga jarang memperhatikan bagaimana ribetnya seorang montir ketika membongkar bagian karburator. Jika motor yang kamu miliki memakai sistem injeksi, dengan begitu kamu pun bisa melalui hal tersebut. Adapun caranya cukup dengan menyemprotkan bagian injektor cleaner pada lubang besi.

Apa Saja Kekurangan Motor Injeksi?

Motor Injeksi
Di samping kelebihan, ternyata terdapat pula kekurangan dari penggunaan motor injeksi diantaranya:
  1. Jarang Sekali Bengkel Yang Menerima Layanan Untuk Motor Injeksi
    Meskipun motor injeksi ini mempunyai banyak kelebihan, tetapi motor yang berteknologi injeksi ini memiliki beberapa kelemahan. Di antaranya jarang sekali bengkel umum dengan layanan servis untuk motor injeksi. Umumnya, tak hanya memakai injektor cleaner tetapi injektor pun sebaiknya dilakukan diagnosa memakai alat khusus agar mengetahui apakah bagian injektor tersebut berfungsi ataukah tidak. Tak semua jenis bengkel memiliki alat yang satu ini, sehingga menjadikan pelayanan untuk motor injeksi pun masih tidak berjalan secara maksimal bila masukkan ke bengkel umum.
  2. Harganya Mahal
    Tak hanya sedikit bengkel yang menerima layanan motor injeksi, tetapi juga harga dari perangkat injektor serta alat pendukung pada mesin injeksi tergolong lebih mahal. Jika perangkat tersebut mengalami kerusakan, dengan begitu biaya perbaikan maupun biaya penggantian pun akan menguras kantong Anda lebih dalam. Tak semua mekanik dan montir mengerti bagaimana menyetel ulang atau memperbaiki ECM. Walaupun mereka mengerti, biasanya mematok harga begitu tinggi.
  3. Sulit Melakukan Modifikasi
    Saat melakukan modifikasi, motor injeksi pun tidak semudah melakukan modifikasi motor dengan karburator. Dalam hal ini, Anda harus menyetel ulang sistem ECM atau dengan mengganti ECM memakai modul baru untuk mesin yang dimodifikasi. Adapun hal yang perlu diperhatikan adalah biayanya yang sangat mahal.

Cara Kerja Injeksi Pada Motor

System injeksi terbaru
Untuk setiap jenis merek dan model motor, mempunyai desain teknologi injeksi berbeda-beda. Namun, pada dasarnya memakai cara kerja serta komponen yang serupa. Hanya saja yang membedakan yaitu fitur tambahan pada sistem injeksi, setting injeksi dan sensor itu sendiri. Adapun cara kerja dari sistem injeksi sendiri, dapat dipahami berdasarkan fungsi komponen dari teknologi injeksi motor tersebut. Teknologi injeksi pada motor sebenarnya mudah dipahami, dengan beberapa komponen diantaranya:
  1. Fuel Pump
    Komponen yang satu ini berfungsi sebagai pompa pada bahan bakar menghasilkan tekanan dari bahan bakar agar diinjeksikan pada ruang bakar. Selain itu, ada filter untuk bahan bakar dalam komponen yang satu ini. Keluaran dari bahan bakar fuel pump sendiri dipastikan harus dalam keadaan bersih.
  2. ECU-Electrikal Control Unit
    Komponen ini merupakan bagian dari sentral pengontrol sistem injeksi. ECU bisa dikatakan sebagai otaknya keseluruhan bagian motor. Adapun fungsi ECU sendiri adalah mengolah data pada sensor. Adapun data tersebut dijadikan acuan untuk mengendalikan waktu penyemprotan pada bahan bakar, mengendalikan besarnya bahan bakar serta ketika pengapian. Jika ECU mengalami error, maka alat tersebut dapat di reset.
  3. Pressure Regulator
    Bagian komponen ini berguna untuk mengatur keadaan tekanan pada bahan bakar agar selalu tetap sekitar 55~60 psi.
  4. Temperatur Sensor
    Temperatur sensor ini berguna memberikan data input menuju ECU mengenai kondisi temperatur mesin yang akan berguna demi menentukan volume dari bahan bakar kendaraan yang akan diinjeksikan.
  5. Inlet Air Pressure Sensor
    Sensor yang satu ini bermanfaat untuk dapat memberikan data input menuju ECU mengenai besarnya kondisi pada tekanan udara masuk menuju ruang bakar pada mesin. Di mana nantinya digunakan supaya menentukan besaran volume pada bahan bakar untuk diinjeksikan.
  6. Inlet Air Temperature Sensor
    Adapun sensor ini berguna memberikan data input menuju ECU mengenai kondisi temperatur udara masuk menuju ruang bakar pada mesin kendaraan. Di mana nantinya digunakan supaya bisa menentukan volume pada bahan bakar untuk diinjeksikan.
  7. Atmospheric Pressure Sensor
    Sensor ini berguna memberikan data inputan menuju ECU mengenai kondisi dari tekanan udara pada lingkungan sekitar, di mana nantinya digunakan agar menentukan jumlah volume pada bahan bakar untuk diinjeksikan.
  8. Crankshaft Sensor
    Sensor yang satu ini berfungsi memberikan data input menuju ECU mengenai posisi serta kecepatan putaran pada mesin.
Itulah beberapa komponen penting yang berpengaruh pada sistem kerja motor injeksi. Semoga bermanfaat!

0 comments:

Jenis-Jenis Karburator Motor Lengkap

14:13 0 Comments

Sejarah dan Pengembangan
Karburator pertama kali ditemukan oleh Karl Benz pada tahun 1885 dan dipatenkan pada tahun 1886. Pada tahun 1893 insinyur kebangsaan Hungaria bernama JĆ”nos Csonka dan DonĆ”t BĆ”nki juga mendesain alat yang serupa. Adalah Frederick William Lanchester dari Birmingham, Inggris yang pertama kali bereksperimen menggunakan karburator pada mobil. Pada tahun 1896 Frederick dan saudaranya membangun mobil pertama yang menggunakan bahan bakar bensin di Inggris, bersilinder tunggal bertenaga 5 hp (4 kW), dan merupakan mesin pembakaran dalam (internal combution). Tidak puas dengan hasil akhir yang didapat, terutama karena kecilnya tenaga yang dihasilkan, mereka membangun ulang mesin tersebut, kali ini mereka menggunakan dua silinder horisontal dan juga mendisain ulang karburator mereka. Kali ini mobil mereka mampu menyelesaikan tur sepanjang 1.000 mil (1600 km) pada tahun 1900. Hal ini merupakan langkah maju penggunaan karburator dalam bidang otomotif.
        Karburator umum digunakan untuk mobil berhahan bakar bensin sampai akhir 1980-an. Setelah banyak kontrol elektronik digunakan pada mobil, penggunaan karburator mulai digantikan oleh sistem injeksi bahan bakar karena lebih mudah terintegrasi dengan sistem yang lain untuk mencapai efisiensi bahan bakar.
A. Pengertian dan Fungsi Karburator
1
Karburator merupakan bagian terpenting dari sepeda motor. Hampir semua sepeda motor menggunakan karburator karena umumnya sepeda motor menggunakan bensin sebagai bahan bakar.
Karena itu karburator yang baik harus mampu membuat gas yang sempurna dan sesuai dengan kebutuhan mesin. untuk mendapatkan pembakaran sempurna di butuhkan perbandingan mesin dan udara dalam pencampuran gas, menurut teoritis adalah 1:15 artinya 1 gram bensin di campur dengan 15 gram udara. Apabila perbandingan campurannya lebih dari 1:15 misal 1:18 dikatakan campuran miskin 1:12 di katakan campuran kaya.
Fungsi Karburator
– karburator berfungsi untuk mencampur bahan bakar dan udara.
B. Komponen karburator dan Fungsi

karburator - mortech.co.id
1. Mangkok Karburator ( float chamber) : Berfungsi untuk menyimpan bensin pada waktu belum digunakan.


2. Klep / Jarum Pelampung : Berfungsi untuk mengatur masuknya bensin kedalam mangkok karburator.


3. Pelampung ( float ) : Berfungsi untuk mengatur agar tetapnya bahan bakar didalam mangkok.


4. Skep / Katup gas : Berfungsi untuk mengatur banyaknya gas yang masuk kedalam silinder.


5. Pemancar jarum (main jet / needle jet ) : Berfungsi untuk memancarkan bensin waktu motor digas besarnya diatur oleh terangkatnya jarum skep.


6. Jarum Skep / Jarum Gas ( Jet needle ) : Berfungsi untuk mengatur besarnya semprotan bensin dari main nozzle pada  waktu motor di gas.


7. Pemancar Besar / induk ( main jet ) : berfungsi untuk memancarkan bensin saat motor di gas tinggi.


8. Pemancar Kecil / stasioner ( slow jet ) : Berfungsi untuk memancarkan bensin saat stasioner.
9. Sekrup Gas / baut gas ( throttle screw ) : Berfungsi untuk setelan posisi skep sebelum di gas.
10. skrup udara / baut udara ( air screw ) : Berfungsi untuk mengatur banyaknya udara yang akan dicampur dengan


11. katup cuk ( choke valve ) : Berfungsi untuk menutup udara luar masuk ke karburator sehingga gas menjadi kaya digunakan saat start.


Cara menyetel Rpm :
1. Langkah berikutnya menyetel skrup udara yang ada di bagian bawah pada karburator dengaN menggunakan alat Obeng (-) kecil.

2. Besarnya stelan angin adalah kurang lebih antara 2 – 3 putaran. (putar kekanan mentok putar 360 derajat dan kembalikan kekiri hingga 2 – 3 putaran sampe ke temu putaran mesin yang paling
stabil).


3. Kemudian kecilkan RPM dengan memutar baut penyetel langsam kekiri hingga ditemukan 1200 – 1300 RPM, dengan melihat jarum penunjuk pada Tachometer.

Kendala yang dihadapi saat menyetel langsam :
Mesin tersendat-sendat (tidak bisa stabil).
Ukuran Main jet dan slow jet tidak berubah ( sesuai dengan standar ) apabila tidak sesuai, maka bisa susah langsam, karena campuran BB tidak tepat.

Periksa apakah ada kebocoran udara pada karburator dan intake
Putaran mesin turun terlalu lama (nge-gerung).
Periksa kemungkinan baut karburator masih kendor, sehingga ada kebocoran udara.
Periksa per skep mungkin sudah lemah.
Periksa lubang main jet dan slow jet, pastikan tidak tersumbat dan sudah terpasang dengan baik.
Periksa, kemungkinan BB bercampur dengan air.
Knalpot nembak-nembak setelah gas ditarik.
Periksa lubang main jet dan Pilot jet, pastikan tidak tersumbat dan sudah terpasang dengan baik.
Periksa tidak ada kerusakan pada seal(karet) pada stelan angin, dengan membuka dan melepas skrup setelan angin dari karburator.
Periksa dan pastikan bahwa skrup stelan angin tidak cacat (ujung yang lancip pada stelan angin tidak patah).
C. JENIS KARBURATOR
3
VENTURY TETAP
Diameter venturinya tidak dapat diubah. Pedal Gas mengatur katup aliran udara lewat ventury yang menentukan besarnya tekanan untuk menarik Bahan Bakar.
VENTURY BERUBAH
Pedal Gas mengatur besarnya venturi dengan mengggunakan piston & needle jet yang dapat naik turun sehingga membentuk celah venturi yang dapat berubah-ubah.
D. BENTUK KARBURATOR
karburator - mortech.co.id
KARBURATOR BULAT
karburator - mortech.co.id
KARBURATOR KOTAK
karburator - mortech.co.id
UKURAN VENTURY
karburator - mortech.co.id
KARBURATOR PE
karburator - mortech.co.id
PE : bentuk skep bulat lapis chrome, performa tarikan bagus, setingan mudah, irit Bahan Bakar
KARBURATOR PJ
karburator - mortech.co.id
PJ : biasanya untuk motor 2Tak, skep oval lapis chrome, boros Bahan Bakar walaupun setingan dibuat irit.
KARBURATOR PWK
karburator - mortech.co.id
PWK : bentuk skep semi flat / skep D lapis chrome, performa bagus tapi boros Bahan Bakar, cocok untuk Moto Cross dan Road Race
KARBURATOR PWL
karburator - mortech.co.id
PWL : performa putaran bawah bagus tapi yang atas sering kehilangan nafas, venturinya mengecil diatas.
KARBURATOR TM
karburator - mortech.co.id
TM : bentuk skep kotak, performa lebih bagus dibanding skep bulat, karena udara yang masuk lebih lancar dan cepat
KARBURATOR TMX
karburator - mortech.co.id
TMX : bentuk skep setengah lingkaran, memilikai kelebihan akselerasi dan powerband yang rata disemua RPM
UKURAN KARBURATOR MOTOR HONDA

MOTOR

UKURAN KARBU

NSR 150 PE28
C100 engine (Grand, Astrea, etc) PB16
Win 100 PB18
Supra X 125 PB18
Kharisma PB18
Mega Pro PD22
GL100 PD22
Tiger PD26
Vario CV22
Scoppy VK22
Beat VK22
CBR 150 VK28
Catatan : Untuk motor lain, ukuran karbu bisa disesuaikan berdasarkan kapasitan mesin(cc) sepeda motor.

UKURAN KARBURATOR MOTOR KAWASAKI

MOTOR

UKURAN KARBU

KX 65 VM24
KX 85 PWK 28
Ninja R PWL26
Ninja RR VM28
Althlete PB18
ZX130 NCV24
KSR 110 PB18
D-Tracker 150 NCV24
D-Tracker 250 Keihin F001
D-Tracker X Keihin F001
KLX 150 NCV24
KLX 250 Keihin F001
Ninja 250 CVR30
 Catatan : Untuk motor lain, ukuran karbu bisa disesuaikan berdasarkan kapasitas mesin(cc) sepeda motor.
UKURAN KARBURATOR MOTOR SUZUKI

MOTOR

UKURAN KARBU

RC100 VM16
Crystal VM18
Tornado 110 VM18
Satria R VM22
RGR 150 VM28
Smash 110 VM17
Smash Titan VM18
Shogun 110 VM17
Shogun 125 VM18
Shogun 125 SP VM18
Axelo VM18
Nex BS22
Spin BS26
Hayate 125 BS26
Skywave BS26
Skydrive BS26
Thunder 125 BS26
Satria FU BS26
 Catatan : Untuk motor lain, ukuran karbu bisa disesuaikan berdasarkan kapasitas mesin(cc) sepeda motor.
UKURAN KARBURATOR MOTOR YAMAHA

MOTOR

UKURAN KARBU

Alfa VM15
RX 100 VM16
F1ZR VM20
125Z VM20
Touch VM22
RX S VM24
RX King VM24
RX Z VM26
Crypton VM16
Jupiter VM16
Jupiter Z VM17
New Jupiter Z VM17
Jupiter MX VM22
New Jupiter MX VM16
Vega VM17
New Vega R VM17
Vega RR BS25
Nouvo BS25
Mio NCV24
Mio Soul NCV24
Fino NCV24
Xeon BS26
Byson BS26
Scorpio Z BS30
Catatan : Untuk motor lain, ukuran karbu bisa disesuaikan berdasarkan kapasitas mesin(cc) sepeda motor.

0 comments: